Info Gunung Agung Bali Pada 1 Desember 2017

Update info terbaru mengenai Aktivitas gunung agung bali. Kami sudah membaca beberapa berita dari beberapa situs terpercaya yang memang ngengetahui kondisi asli di Gunung Agung Bali. Kalau aktivitas erupsi yang dikeluarkan gunung agung terpantau mengalami penurunan pagi tadi #1 Des 2017. Namun kondisi penurunan aktivitas gunung dapat berubah seketika. Sehingga himbauan untuk masyarakat ataupun tirust yang penasaran dengan aktivitas gunung untuk tidak medekati area bahaya seperti yang sudah diumumkan sebelummnya yaitu 8 sampai 10km.

Informasi diatas dapat kabi sampaikan dengan mendapatkan informasi tambahan juga dari situs berikut :

TEMPO.CO, Jakarta – Aktivitas erupsi Gunung Agung terpantau menurun pagi ini. Penurunan tersebut dilihat dari ketinggian tekanan kolom abu yang keluar dari kawahnya.

“Tinggi kolom abu tekanannya agak menurun,” ujar Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika kepada Tempo pada Jumat, 1 Desember 2017.

Gede menjelaskan, ketinggian kolom abu Gunung Agung saat ini mencapai 1.500-2.000 meter. Namun, menurut dia, situasi tersebut bisa saja berubah seketika. “Bisa saja Gunung Agung masih fluktuatif,” ucapnya.

Karena yang dinyatakan zona berbahaya adalah jarak 8-10 km dari puncak gunung, maka untuk turist ataupun wisatawan domestik yang ingin berlibur ke silahkan berlibur, kami di Bali Aman terkecuali jangan berlibur ke zona berbahaya. Untuk liburan ke Karangasem pun masih bisa, asall hindari zona bahaya.

Terlebih untuk para calon penumpang yang akan berlibur ke Gili/Lombok anda dapat memesan tiket boat untuk berlibur, karena fast boat dan kapal laut lainnya tidak terkena pengaruh abu vulkanik. Dengan dibukanya bandara ngurah rai anda dapat datang ke bali, ataupun jika merasa kura aman, silahkan datang ke bali dengan menggunakan transport darat dan menyeberean dengan ferry dari ketapa-gilimanuk.

#info Bandara Lombok masih di tutup yang disebabkan oleh abu vulkanik gunung agung terbawa angin mengarah ke timur dan tenggara.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *